Share

Asia Pacific Security Association (APSA) sedang menggelar konferensi internasional ke-26 di Makau, dari 15 September hingga 18 September 2019 ini. Beberapa sosok pembicara penting hadir untuk memberi wawasan dan pemikiran mereka untuk memberi kemajuan terhadap bidang keamanan di masa depan.

Salah  satu pembicara dari Indonesia, Chandra Wirapati CCTP, CATS, memberikan presentasinya dengan topik “New Chapter of Security Industry in Accelerated Advance Technology”. Director and Co-Founder Wiragarda Security Design Consultant dan PT Wiragarda Wahana Waspada ini, mengajak setiap peserta konferensi untuk melihat peranan SDM keamanan dalam sinergisitasnya dengan mesin keamanan, namun dengan tanggung jawab yang masih tetap sama yaitu menciptakan dunia yang aman bagi umat manusia.

Seperti diketahui, otomatisasi sistem keamanan yang menggantikan tugas petugas sekuriti sudah banyak diaplikasikan. Saat ini, drone dan robot bahkan sudah mulai digunakan untuk melakukan tugas-tugas terkait keamanan yang berbahaya dan berpotensi secara perlahan menggantikan peranan petugas. Apalagi perkembangan teknologi yang makin pesat, seperti hadirnya kecerdasan buatan membuat segalanya lebih bersifat otonomisasi.

“Prospek petugas keamanan di masa depan seharusnya dapat dilihat oleh para pelaku di bidang ini menjadi peluang. Kehadiran teknologi bukan membuat kita bersikap bertahan, namun SDM keamanan seharusnya semakin optimal menjalankan tugasnya sebagai salah satu bagian penting sistem keamanan,” ujar Chandra.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban dapat lebih efektif dilakukan dengan menerapkan komunikasi antar manusia. Tugas seperti ini hanya bisa dilakukan dengan pendekatan secara manusiawi. Meskipun mesin memiliki kemampuan yang manusia tidak dapat lakukan, namun mesin tidak memiliki reaksi kognitif seperti emosi dan kasih sayang. “Saya percaya, masyarakat masih membutuhkan petugas keamanan yang dapat berbicara dengan mereka dengan keterampilan komunikasi yang hebat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, aspek lain yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan tugas keamanan bagi SDM adalah proses pengambilan keputusan. Bagi mesin, setiap keputusan dasar dapat dilakukan langsung menurut sistem yang sudah dirancang. Namun untuk keputusan yang diambil manusia, terkadang perlu pertimbangan yang tidak logis. Sejarah manusia dibentuk oleh keputusan yang tidak hanya didasarkan pada logika. Ada masalah moralitas dalam suatu keputusan.

Saat ini, perkembangan teknologi telah memasuki fase di mana akselerasi perkembangannya belum pernah terjadi sebelumnya. Peranan mesin memiliki sisi positif yakni kerap membebaskan manusia dari tugas rutin dan berbahaya. Maka dari itu, mayoritas petugas keamanan di tingkat bawah, bukan di tingkat pengawasan atau lebih tinggi perlu mengambil keputusan atau setidaknya keterampilan untuk melakukan komunikasi.

Hal lain yang perlu diterapkan agar SDM keamanan bisa dipertahankan di masa mendatang adalah perlunya interaksi dengan orang-orang sekitar dengan lebih mendalam. Aspek ini perlu kita pertimbangkan jika kita ingin menerapkan teknologi untuk sistem keamanan kita di masa depan.

“Kedua, kita perlu memikirkan kembali program pelatihan kita untuk masa depan dengan kualifikasi dan sertifikasi yang tepat untuk keahlian khusus dari tingkat dasar hingga tingkat manajerial. Kualifikasi dengan sertifikasi yang diakui secara global. Pelatihan harus mencakup pengetahuan teknologi untuk memberi mereka kemampuan untuk bekerja sama dengan mesin dalam waktu dekat. Dan yang ketiga, kolaborasi antara pihak berwenang, perusahaan keamanan swasta, asosiasi keamanan dan dewan sertifikasi untuk menetapkan standar untuk membuat keamanan dari berbagai negara dapat bekerja di perbatasan negara,” pungkasnya.

#Businness  #Article

Related Articles

CCTV Card image cap
  desy  24 February 2018
 24 February 2018
Access Control Card image cap
  denny  26 October 2020
 26 October 2020
News Card image cap
  denny  14 June 2020
 14 June 2020
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.