Share

Badan riset yang berbasis di New York, baru-baru ini mengeluarkan sebuah laporan yang menyebutkan pertumbuhan peralatan akses kontrol, kamera yang dikenakan di tubuh, dan kamera pengintai akan mendorong pendapatan global dalam perangkat keras biometrik menjadi US$ 19 miliar pada tahun 2024.

Dalam laporan ABI Research yang bertajuk “Biometric Technologies and Applications”, mencatatkan pengiriman kamera pengintai untuk keselamatan publik, penegakan hukum, dan proyek pemerintah anti-teroris dan penyebaran lainnya akan mencapai 135 juta unit pada tahun 2024, sementara kamera yang dikenakan pada tubuh dan tertanam dalam kacamata akan mencapai 1,6 juta unit. Dan meskipun pasar kunci pintar sempat terhambat di tahun-tahun lalu, peningkatan permintaan di wilayah APAC akan menghasilkan pengiriman 24 juta kunci biometrik pada tahun 2024.

“Pasar pemerintah, sipil, penegak hukum, dan perbatasan memberikan masukan terbesar dari pendapatan biometrik untuk masa mendatang yang didorong oleh serangkaian perangkat serbaguna seperti ID/Otentikasi, kamera yang dikenakan di tubuh, dan kamera pengintai,” jelas Dimitrios Pavlakis, Analis Industri di ABI Research.

Sementara perangkat sidik jari akan terus mendominasi implementasi di banyak bidang, modalitas lainnya meningkat. Pengenalan wajah digunakan untuk mobilitas perusahaan, kunci, dan kamera pengintai indoor/outdoor, dan otentikasi iris digunakan untuk akses kontrol tanpa kontak.

“Tingkat penetrasi teknologi biometrik terus meningkat di banyak vertikal dan vendor biometrik IoT yang terhubung perlu menyesuaikan strategi pasar mereka dan merestrukturisasi model penetapan harga mereka untuk mengatasi tantangan regulasi yang ada di depan," simpul Pavlakis.

Sementara itu, dalam postingan blog Fingerprint Cards (FPC) menyebutkan penggunaan biometrik untuk akses kontrol fisik dan logis akan menyentuh seluruh spektrum industri. Vertikal residensial akan mengalami pertumbuhan tertinggi di pasar akses kontrol, sementara penyebaran layanan kesehatan juga akan mendorong pertumbuhan.

Penelitian FPC menunjukkan bahwa 70 persen smartphone yang dikirim memiliki kemampuan biometrik di dalamnya, dan 82 persen konsumen akan menggunakan teknologi biometrik yang tertanam dalam smartphone-nya. Dari sini saja sudah terlihat pasar biometrik akan semakin tumbuh ke depannya.

“Jadi, perangkat baru mulai dari berbagai jenis dan aplikasi kunci pintu, hingga cryptocurrency wallet dan pengaturan mobil otomatis akan diotentikasi biometrik. Begitu pula dengan layanan digital, seperti portal karyawan, platform cloud, dan pembayaran online yang memerlukan otentikasi. Di sini memperlihatkan kesiapan biometrik untuk membantu mengatasi keterbatasan dari otentikasi tradisional," tulis Maria Pihlström, Manajer Pemasaran Global Fingerprint Cards.

#Businness  #Article

Related Articles

News Card image cap
  andri  2 November 2018
 2 November 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.