Share

Negara bagian Michigan, Amerika Serikat (AS) memperbarui undang-undang minuman keras (miras) yang memungkinkan penjual miras memakai alat pemindai biometrik untuk mengetahui umur pembeli. Sebelum aturan pelarangan, pemerintah AS memiliki pemikiran yang campur aduk tentang peredaran miras.

Sebagian besar badan pemerintah di seluruh negara bagian memperlakukan alkohol sebagai ancaman bagi kesehatan bagi masyarakat mereka, nilai properti, dan juga moralitas. Itulah sebabnya saat ini masyarakat menilai penggunaan perangkat biometrik untuk proses jual beli miras cukup diperlukan.

Perangkat-perangkat biometrik seperti pemindai sidik jari dan wajah memang akan mempersulit penjual miras yang tidak mengindahkan moral. Tetapi bukan tak mungkin bahwa pemindai biometrik untuk mengetahui umur bisa menghilangkan penilaian warga dari transaksi yang mungkin menyebabkan seseorang kesulitan.

Hanya saja, UU Publik No. 78 Tahun 2020 Negara Bagian Michigan tidak memaksa para penjual miras untuk menggunakan sistem biometrik untuk menyingkirkan pembeli di bawah umur. Aturan ini bahkan tidak memaksa konsumen untuk tunduk kepada sistem biometrik, karena mereka tetap memiliki hak untuk menunjukkan tanda pengenal yang sah.

Selain itu, UU tersebut bahkan tak menyebut sistem pemindai biometrik seperti apa yang seharusnya digunakan. Atau pun memberikan mandat pengelolaan data seperti penyimpanan, penggunaan, penjualan, pertukaran atau kapan datanya diserahkan ke polisi untuk kasus tertentu.

 

#Businness  #Article

Related Articles

News Card image cap
  denny  6 February 2017
 6 February 2017
CCTV Card image cap
  denny  21 March 2019
 21 March 2019
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.